Masuknya Islam ke Indonesia

Agama Islam masuk ke Indonesia (nusantara) diperkirakan pada abad ke-7 Masehi atau abad ke-2 Hijriyah, yang dibuktikan adanya berita Cina Zaman Dinasti “Tang” yang menyebutkan adanya rencana serangan orang-orang Ta shih terhadap kerajaan Ho Ling yang diperintah Ratu Sima (674 M). Sebutan Ta shih ini ditafsirkan sebagai orang-orang Arab, yang diperkuat oleh berita Jepang (784 M) yang menyebutkan tentang adanya perjalanan pendeta Kanshih. Sedangkan yang berpendapat Islam masuk abad ke-13 berdasarkan pada berita Marcopolo (1292 M), berita Ibnu Battutah (abad 14) adanya batu nisan makam Sultan Malik As-Saleh (1297 M) dan penyebaran ajaran Tasawuf (abad 13) dan keruntuhan Dinasti Abbasiyah (1258 M). Dari kenyataan-kenyataan dapat disimpulkan bahwa Islam sudah masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 yang mencapai perkembangan pesat pada abad ke-13 yang ditandai dengan munculnya kerajaan-kerajaan bercorak Islam di Indonesia. Yang dibawa oleh para pedagang dari Gujarat dan Persia. Gujarat itu terletak di pantai barat India bagian selatan.



Para pedagang dari Gujarat dan Persia yang pertama berdagang di Indonesia tersebut tidak semata-mata mencari keuntungan dari hasil perdagangannya, tetapi tujuan utama mereka adalah menyebarluaskan ajaran Islam.


Bila pada kedatangan pertama ke setiap daerah bertujuan untuk berdagang, maka kedatangan berikutnya secara tidak langsung mereka menyampaikan ajaran-ajaran Islam. Dalam melakukan hubungan dagang, mereka pertama-tama mencapai daratan Sumatera tepatnya daerah Perlak atau Samudera Pasai (Aceh). Dengan demikian daerah itu merupakan daerah pertama di Indonesia yang berkenalan dengan ajaran Islam, sehingga sampai sekarang Aceh disebut Serambi Mekkah.


Tidak sedikit diantara mereka yang menetap, tidak kembali ke negeri asalnya dan menikah dengan penduduk asli. Mereka tinggal di daerah yang di kunjunginya untuk beberapa bulan dan membentuk perkampungan sendiri yang sering disebut Pakojan (kampung muslim), maka terjadilah hubungan sosial antara mereka dengan masyarakat setempat.


Menurut catatan Marcopolo, seorang pengembara dari Vinisia yang mendarat di Aceh tahun 1292 pada waktu itu Aceh telah terbentuk masyarakat muslim. Sementara itu para pedagang baik dari Persia maupun Gujarat, membuka hubungan dagang langsung dengan penduduk Jawa.

1 komentar:

  1. makasih infonya bagus
    http://apkdollar1.blogspot.co.id/2017/06/mati-suri-menurut-fisika-kuantum.html

    BalasHapus